Pada tanggal 1 hingga 30 Juni 2010 bertempat di Lobby Area Grand Hotel Preanger, seorang perupa yang sudah tidak asing lagi, Baron Basuning kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan 1961 menggelar pameran tunggal ke-8. Tema yang diambil pada pameran kali ini adalah “TRUE COLOUR”. Pada pameran sebelumnya, Baron Basuning mengambil tema “Strawberry di Ladang Jagung” yang menggambarkan kondisi produk dan komoditas Indonesia kalah bersaing dengan komoditas asing.
Sebanyak 17 lukisan abstrak yang dikuratori oleh Yasrap A. Piliang dipamerkan dalam acara ini. Acara ini dibuka oleh Dedi Sjahrir Panigoro dengan dimeriahkan oleh penampilan etnik dan kontemporer musik oleh Bambu Wuluk. Salah satu karya yang dipamerkan dan paling berkesan bagi Baron Basunging adalah lukisan dengan judul “Mencari Putih”.
Sebelum menjadi seorang perupa, Baron Basuning adalah seorang aktivis dan wartawan. Beliau menjalani profesi tersebut hingga tahun 1998. Selanjutnya dia menekuni dunia perupa hingga sekarang. Untuk memperdalam kemampuan seni rupanya, Baron Basuning sempat mengenyam Pendidikan Seni Rupa di Amerika selama 7 tahun.
Berangkat dari tema “TRUE COLOUR” yang sederhana ini, dimana ketika warna kejujuran versus warna kemunafikan sangat lekat dikeseharian kita. Ketika warna Indonesia sedang sarat dengan karut marut dan keriuhan dan kadang semakin menjauh dari apa yang menjadi impian para “Pendiri Bangsa”. Lewat sensitifitas warna, diharapkan dapat mendapatkan kejernihan, kesejukan dan kita tetap teguh mencoba peka terhadap warna kejujuran.
Pemilihan lokasi penyelenggaraan pameran di kota Bandung dikarenakan kota ini memiliki nilai historis tinggi. Di mana beberapa rentetan peristiwa bersejarah di kota ini terjadi. Misalnya Bandung sebagai penyelenggara Konfrensi Asia Afrika, Peristiwa Bandung Lautan Api dan peristiwa-peristiwa penting lainnya. Proses kreatif terhadap karya-karya yang dipamerkan dalam acara ini dikerjakan tanpa terputus dalam waktu satu hari. Dimana ide yang dimiliki dituangkan secara mengalir. Hal inilah yang menjadikan seluruh lukisan karya Baron Basuning berupa lukisan abstrak.
Dengan berlangsungnya pameran tunggal ini, Baron Basuning berharap kepada pemerintah kota Bandung khususnya Dinas Pariwisata Kota Bandung agar memberikan peluang dan kesempatan yang sama terhadap seluruh pelaku seni khususnya di Kota Bandung umumnya di kota-kota lainnya.
Selamat berkarya seniman Bandung! (WP)
dikutip dari : http://m.bandungreview.com/articles/detail/node/pameran-tunggal-baron-basuning-102
Tidak ada komentar:
Posting Komentar